{"id":12763,"date":"2024-04-09T06:30:27","date_gmt":"2024-04-09T06:30:27","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=12763"},"modified":"2024-04-09T06:30:27","modified_gmt":"2024-04-09T06:30:27","slug":"perantau-baru-ke-jakarta-diminta-harus-memiliki-keterampilan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=12763","title":{"rendered":"Perantau baru ke Jakarta diminta harus memiliki keterampilan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews-Jakarta- <\/b>Anggota DPRD DKI Justin Adrian\u00a0meminta para perantau atau pendatang baru harus memiliki keterampilan (skill) jika ingin menjadi warga DKI Jakarta sebagai bekal mencari pekerjaan di Ibu Kota.<\/span><\/p>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cSaya minta setelah Lebaran, warga dari daerah yang mau ke Jakarta untuk pertama, harus punya kemampuan dan keterampilan,&#8221; kata Justin kepada wartawan di Jakarta, Selasa.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Justin menjelaskan, setelah Lebaran, biasanya banyak pendatang dari luar kota yang ingin menjadi warga Jakarta dengan alasan merantau ataupun mencari pekerjaan.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><br \/>\nOleh karena itu, politisi ini mengimbau kepada masyarakat yang akan urbanisasi ke Jakarta harus memiliki keahlian ataupun keterampilan sebagai bekal mencari pekerjaan.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurut dia, apabila pendatang tidak memiliki keahlian, maka hanya akan menambah daftar jumlah pengangguran di Jakarta.<\/p>\n<p>&#8220;Terlebih, ketersediaan lapangan kerja pun sangat terbatas. Setelah itu, ada dampak lainnya juga misalnya ketersediaan lapangan kerja yang makin sempit,\u201d ujarnya.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><br \/>\nSelain itu, Justin juga mewanti agar calon warga Jakarta itu menaati peraturan yakni tidak membuat bedeng atau rumah sementara di atas lahan Pemprov DKI yang dapat menimbulkan kesemrawutan tata ruang.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><br \/>\nHal itu, lanjut dia, pendatang baru yang berencana tinggal di bantaran kali atau di atas saluran air akan mengakibatkan banjir di wilayah sekitar.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kendati demikian, ia menegaskan urbanisasi ke Jakarta memang tak dilarang. Namun jika dilakukan tanpa perencanaan yang matang maka berpotensi menimbulkan banyak masalah bagi Jakarta.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cUrbanisasi itu boleh-boleh saja, asal jangan merusak tata ruang,&#8221; ujarnya.<span class=\"baca-juga\"><br \/>\n<\/span><\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><br \/>\nBerdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI, jumlah penduduk yang keluar Jakarta sebanyak 243.160 orang, sedangkan penduduk pendatang baru dari luar Jakarta sebanyak 136.200 orang sepanjang 2023.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyarankan kemampuan bekerja dan rumah tinggal bagi para pendatang baru yang ingin mengadu nasib di Ibu Kota usai libur Lebaran 2024.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><br \/>\n&#8220;Itu kan hak semua warga negara, yang penting mereka bisa bekerja dengan baik, mereka punya rumah tinggal. Pemda akan meminta itu kepada masyarakat,&#8221; kata Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.<\/span><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta- Anggota DPRD DKI Justin Adrian\u00a0meminta para perantau atau pendatang baru harus memiliki keterampilan (skill) jika ingin menjadi warga DKI Jakarta sebagai bekal mencari pekerjaan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12764,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,119,41,48],"tags":[],"class_list":["post-12763","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-lingkungan","category-nasional","category-pemerintahan"],"views":113,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12763","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12763"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12763\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12765,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12763\/revisions\/12765"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12764"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12763"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12763"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12763"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}