{"id":12255,"date":"2024-03-23T13:20:48","date_gmt":"2024-03-23T13:20:48","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=12255"},"modified":"2024-03-23T13:20:48","modified_gmt":"2024-03-23T13:20:48","slug":"china-perkuat-penindakan-keras-terhadap-penangkapan-ikan-ilegal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=12255","title":{"rendered":"China perkuat penindakan keras terhadap penangkapan ikan ilegal"},"content":{"rendered":"<p><strong>IndonesiaLineNews-Beijing-<\/strong>China akan menerapkan langkah-langkah baru untuk memberantas kegiatan penangkapan ikan ilegal pada 2024, kata Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan China pada Jumat (22\/3).<\/p>\n<p>Upaya ini termasuk memperkuat perlindungan terhadap bayi belut, spesies berharga yang secara ekonomis penting, kata Liu Xinzhong, pejabat di kementerian tersebut, dalam sebuah konferensi pers.<\/p>\n<p>Regulator akan memperketat penegakan hukum guna memastikan penertiban penangkapan bayi belut, sehingga mendorong perkembangan yang sehat dari industri-industri terkait, tutur Liu.<\/p>\n<p>Kementerian akan terus menegakkan larangan penangkapan ikan di cekungan Sungai Yangtze dan kepatuhan terhadap kebijakan pengawasan paling ketat selama moratorium penangkapan ikan musim panas di China, kata pejabat itu.<\/p>\n<p>Berbagai upaya juga akan dilakukan untuk konservasi margasatwa akuatik dan pengaturan industri akuakultur, imbuh Liu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Beijing-China akan menerapkan langkah-langkah baru untuk memberantas kegiatan penangkapan ikan ilegal pada 2024, kata Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan China pada Jumat (22\/3). Upaya ini<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12256,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[39,119],"tags":[],"class_list":["post-12255","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional","category-lingkungan"],"views":80,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12255","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12255"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12255\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12257,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12255\/revisions\/12257"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12256"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12255"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12255"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12255"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}