{"id":12026,"date":"2024-03-17T07:35:49","date_gmt":"2024-03-17T07:35:49","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=12026"},"modified":"2024-03-17T07:35:49","modified_gmt":"2024-03-17T07:35:49","slug":"30-tahun-menanti-tunggal-putra-all-indonesian-final-di-all-england","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=12026","title":{"rendered":"30 tahun menanti, tunggal putra &#8220;All Indonesian Final&#8221; di All England"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews-Jakarta-<\/b>Setelah 30 tahun menanti, tunggal putra Indonesia dipastikan bakal merebut emas All England Open 2024 setelah di puncak turnamen bergengsi tersebut\u00a0terjadi\u00a0<em>all\u00a0Indonesian\u00a0final:<\/em>\u00a0 Anthony Sinisuka Ginting melawan Jonatan Christie. Partai puncak tunggal putra ini bakal digelar di Birmingham pada Minggu petang.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dalam perjalanannya, Anthony &#8212; kerap dipanggil Ginting\u00a0&#8212; melangkah ke babak final lebih dahulu setelah mengalahkan Christo Popov 19-21, 21-5, 21-11. Adapun\u00a0Jonatan atau Jojo memastikan duel final tunggal putra Indonesia, setelah menyingkirkan\u00a0Lakshya Sen dengan skor 21-12,10-21, 21-15.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pertemuan dua atlet kebanggaan Indonesia pada babak final turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu terjadi setelah penantian panjang 30 tahun.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Terakhir kali laga a<em>ll Indonesian\u00a0final\u00a0<\/em>tunggal putra terjadi pada All England 1994, saat Hariyanto Arbi berhadapan dengan Ardy Bernardus Wiranata.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kini, sejarah\u00a0terulang dengan pertemuan Ginting dan Jojo yang akan melakoni laga final pertama mereka di All England.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Bagi Ginting, menembus hingga babak final di turnamen selevel All\u00a0England\u00a0sungguh bukan perjalanan ringan. Laga demi laga berlangsung\u00a0 ketat hingga akhirnya Ginting menembus final All England.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pria lajang itu melalui pertandingan yang cukup ketat pada babak 16 besar, Kamis (14\/3).<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ginting menang atas wakil Jepang Kenta Nishimoto melalui dua gim langsung dengan skor ketat 21-18, 21-19 dalam tempo 54 menit, pada babak kedua yang diadakan di Utilita Arena, Birmingham.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Mengenai jalannya pertandingan, unggulan kelima tersebut mengatakan dirinya banyak mengadu strategi dengan Nishimoto, mengingat kedua pemain sudah sering bertemu di berbagai turnamen.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia juga bermain sabar lawan unggulan pertama\u00a0 Axelsen. Jalan terjal tidak hanya saat menghadapi Nishimoto. Pada babak perempat final, Ginting harus melalui laga berat karena bertemu dengan unggulan pertama, yaitu Viktor Axelsen asal Denmark.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Bermain dengan sabar menjadi salah satu kunci kemenangannya atas Axelsen, pada Sabtu (16\/3) dini hari WIB.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ginting menang melalui\u00a0<em>rubber game<\/em>\u00a0ketat dengan skor 8-21, 21-18, 21-19 pada pertandingan di Birmingham.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pada gim ketiga, pertandingan berlangsung lebih intens dan melelahkan secara fisik maupun mental. Meskipun Ginting sempat unggul jauh 18-12 dari sang tunggal putra nomor satu dunia, ia mengakui kembali terburu-buru untuk meraih poin, hingga membuat kesalahan sendiri yang malah menguntungkan buat lawan.<\/p>\n<p>Di poin-poin tua, saat kedua pemain berada di skor 18-18, Axelsen sempat melakukan protes kepada wasit karena menilai bola\u00a0<em>netting<\/em>\u00a0yang dilakukan Ginting tidak sah menyusul adanya\u00a0<em>touch<\/em>\u00a0di net. Namun, wasit berkata lain dan mengesahkan pukulan itu.<\/p>\n<p>Kemenangan itu menjadi pertama kalinya sejak Ginting menang atas Axelsen di Indonesia Masters 2020.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sejak saat itu, Ginting selalu menelan \u00a011 kali kekalahan beruntun dari Axelsen yang merupakan peraih medali emas Olimpiade 2020 Tokyo.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kemenangan Ginting itu merupakan pertama kalinya dalam 15 tahun bagi tunggal putra Indonesia, guna menembus babak semifinal.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Terakhir kalinya tunggal putra Indonesia lolos ke semifinal turnamen Super 1000 All England Open adalah pada tahun 2009, di mana Taufik Hidayat berhadapan dan kalah dari Lee Chong Wei (Malaysia).<\/p>\n<p>Dalam laga semifinal, pria yang baru bertunangan pada Februari lalu itu, mengempaskan perlawanan wakil Prancis, Christo Popov, melalui\u00a0<em>rubber game<\/em>\u00a019-21, 21-5, 21-11 dalam tempo 1 jam 15 menit.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Setelah kalah pada gim pertama melalui poin ketat, Ginting mulai mengontrol permainan pada gim kedua dan ketiga.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Tunggal putra peringkat lima dunia itu bangkit dengan lebih agresif dan memberikan variasi serangan yang menyulitkan Popov.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Strategi itu berhasil sehingga membuahkan kemenangan telak 21-5 atas pemain Prancis tersebut.<\/p>\n<p>Gim pamungkas berjalan tidak jauh berbeda dari gim sebelumnya.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ginting bisa melawan nafsu untuk segera mengakhiri pertandingan, dengan tetap menjaga ketenangan di lapangan sehingga membuatnya minim melakukan kesalahan sendiri dan serangan-serangan yang ia lancarkan juga membuahkan hasil yang efektif.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Setelah pertandingan itu, Ginting memastikan satu tempat di final dan beberapa jam setelahnya disusul oleh rekan satu negaranya, yaitu Jonatan Christie di laga final.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Perjalanan Jonatan Christie\u00a0ke final<\/p>\n<p>Ia melawan unggulan kedua, Shi Yuqi dengan kemenangan\u00a0mudah. Pada babak perempat final, Jojo mengakhiri perlawanan unggulan kedua, yaitu Shi Yuqi asal China, hanya dengan satu gim yang berakhir 21-12.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Yuqi memutuskan mundur pada\u00a0gim kedua\u00a0 karena alasan kondisi fisik yang menurun.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Jojo mengaku kecepatan Yuqi tidak seperti biasanya sehingga bisa mengontrol permainan dan memenangi pertandingan, sehingga bisa melangkah maju ke babak selanjutnya.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Jojo\u00a0menyebut a<em>ll Indonesian\u00a0final<\/em>\u00a0adalah hasil dari upaya maksimal dan solid.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dalam laga semifinal, Jojo menumbangkan wakil India Lakshya Sen, melalui\u00a0<em>rubber game<\/em>\u00a021-12, 10-21, 21-15, Sabtu (16\/3).<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Tunggal putra peringkat sembilan dunia itu mengaku bahwa lawan mampu bermain baik di gim kedua dengan mengubah strategi untuk bermain lebih cepat sehingga ia kurang mengantisipasinya dengan baik.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Namun, pada\u00a0gim ketiga, Jonatan tidak mau terburu nafsu dan terpancing untuk bermain cepat. Ia memilih bermain sabar dengan reli-reli panjang.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dengan memilih strategi itu, akhirnya Jojo berhasil melangkahkan kaki di final, guna menyusul rekan senegaranya.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dengan itu, maka laga Jonatan dan Ginting mendatang merupakan yang kesembilan kalinya dua tunggal putra Indonesia bertemu dalam babak final, sejak turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu digelar.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dan prestasi itu juga memutus penantian sejak 30 tahun lalu\u00a0karena final tunggal putra All England Open kembali mempertemukan dua pemain Indonesia.<\/p>\n<p>Pria yang baru berbahagia karena kehamilan istrinya pada akhir Februari lalu itu, mengatakan laga\u00a0<em>all Indonesian\u00a0final<\/em>\u00a0di turnamen All England Open 2024 merupakan buah dari upaya maksimal dan solid yang dilakukan terus menerus dari pemain, pelatih, dan tim.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Terakhir kali laga itu terjadi pada All England 1994 saat Hariyanto Arbi berhadapan dengan Ardy Bernardus Wiranata.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dengan pencapaian ini pula, maka Indonesia untuk pertama kalinya memiliki juara All England Open dari sektor tunggal putra. Terakhir kali gelar itu diraih oleh Hariyanto Arbi secara beruntun pada tahun 1993 dan 1994.<br \/>\n<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Tiga kali beruntun\u00a0<em>all Indonesian\u00a0final<\/em>\u00a0<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pertemuan Ginting dan Jojo tidak hanya memutus penantian 30 tahun tunggal putra bertemu dalam laga final, namun prestasi itu juga meneruskan tradisi a<em>ll Indonesian\u00a0final<\/em>\u00a0 ketiga secara beruntun dalam turnamen All England Open.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pada tahun 2022, ganda putra Bagas Maulana\/Muhammad Shohibul Fikri menang atas Hendra Setiawan\/Mohammad Ahsan.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Lalu, pada tahun berikutnya, Fajar Alfian\/Muhammad Rian Ardianto juga menang atas Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon di babak final ganda putra All England Open.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pencapaian\u00a0Ginting dan Jonatan\u00a0di partai puncak\u00a0pada turnamen prestisius itu\u00a0turut mendorong peringkat dunia mereka pada pekan depan. Ginting\u00a0bakal berada di peringkat tiga, sedangkan Jonatan kembali di posisi keenam.<\/span><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Setelah 30 tahun menanti, tunggal putra Indonesia dipastikan bakal merebut emas All England Open 2024 setelah di puncak turnamen bergengsi tersebut\u00a0terjadi\u00a0all\u00a0Indonesian\u00a0final:\u00a0 Anthony Sinisuka Ginting melawan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12027,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[45,41,31],"tags":[],"class_list":["post-12026","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-jakarta","category-nasional","category-olah-raga"],"views":150,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12026","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12026"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12026\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12028,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12026\/revisions\/12028"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12027"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12026"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12026"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12026"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}