{"id":11958,"date":"2024-03-13T22:47:12","date_gmt":"2024-03-13T22:47:12","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=11958"},"modified":"2024-03-13T22:47:12","modified_gmt":"2024-03-13T22:47:12","slug":"imigrasi-di-bali-periksa-wna-buat-onar-saat-nyepi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=11958","title":{"rendered":"Imigrasi di Bali periksa WNA buat onar saat Nyepi"},"content":{"rendered":"<p><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Denpasar &#8211; Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bali, memeriksa empat warga negara asing (WNA) berbuat onar saat perayaan Hari Suci Nyepi yang salah satu di antaranya juga kedapatan izin masa tinggalnya sudah habis.<\/p>\n<p>\u201cKami berkolaborasi dengan instansi terkait saat Nyepi untuk menjaga ketertiban,\u201d kata Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai Suhendra di Denpasar, Rabu.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan WNA berinisial MB asal Rusia awalnya dibawa ke Polsek Kuta Selatan oleh petugas keamanan adat khas Bali atau Pecalang karena mengganggu ketertiban umum saat Nyepi pada Senin (11\/3) di wilayah\u00a0Kuta Selatan, Kabupaten Badung.<\/p>\n<p>Petugas Intelijen dan Penindakan Imigrasi (Inteldakim) Ngurah Rai kemudian memeriksa MB dan ternyata wanita 51 tahun itu melampaui izin tinggal.<\/p>\n<p>Berdasarkan catatan Imigrasi Ngurah Rai, MB masuk Indonesia melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pada 12 Oktober 2023 menggunakan visa kunjungan saat kedatangan atau\u00a0<em>Visa on Arrival (VoA)<\/em>\u00a0yang masa berlakunya habis pada 10 November 2023.<\/p>\n<p>\u201cDari hasil pemeriksaan tersebut, yang bersangkutan sudah\u00a0<em>overstay<\/em>\u00a0(melebihi izin tinggal) lebih dari 60 hari,\u201d katanya.<\/p>\n<p>MB kemudian dibawa ke Rumah Detensi Imigrasi Denpasar untuk persiapan deportasi kembali ke negaranya.<\/p>\n<p>Selanjutnya, WNA kedua yakni seorang pria yang diamankan pecalang karena berkeliaran saat Nyepi di Jalan Raya Uluwatu, Kuta Selatan, Kabupaten Badung.<\/p>\n<p>Namun, petugas Inteldakim tidak bisa menggali lebih dalam keterangan, termasuk identitas WNA itu karena diduga sedang mengalami depresi.<\/p>\n<p>Petugas Inteldakim Imigrasi Ngurah Rai bersama dengan pecalang kemudian membawa WNA tersebut ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Ngoerah di Sanglah, Denpasar, untuk pemeriksaan medis.<\/p>\n<p>Sedangkan WNA ketiga dan keempat yakni berinisial OT dan JC yang berasal dari Prancis dicegat pecalang saat mengganggu ketertiban pada malam\u00a0hari saat Nyepi.<\/p>\n<p>&#8220;Dua pria muda yang sama-sama berusia 21 tahun itu berkeliaran di Jalan Raya Uluwatu, Kuta Selatan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Dia mengatakan dua WNA Prancis itu diberikan teguran lisan oleh pecalang dan kembali ke tempat mereka menginap.<\/p>\n<p>Berdasarkan pemeriksaan Imigrasi, kata Suhendra, keduanya masih memiliki izin tinggal yang berlaku,masing-masing\u00a0OT berlaku sampai\u00a025 Maret 2024 dan JS hingga 6 April 2024.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Denpasar &#8211; Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bali, memeriksa empat warga negara asing (WNA) berbuat onar saat perayaan Hari Suci Nyepi yang salah satu di antaranya<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11959,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[65,34,41,48],"tags":[],"class_list":["post-11958","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bali","category-hukum","category-nasional","category-pemerintahan"],"views":116,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11958","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11958"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11958\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11960,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11958\/revisions\/11960"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11959"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11958"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11958"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11958"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}