{"id":11789,"date":"2024-03-03T09:20:48","date_gmt":"2024-03-03T09:20:48","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=11789"},"modified":"2024-03-03T09:20:48","modified_gmt":"2024-03-03T09:20:48","slug":"soal-putusan-mk-mpr-sebut-presidential-threshold-juga-perlu-dikoreksi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=11789","title":{"rendered":"Soal putusan MK, MPR sebut presidential threshold juga perlu dikoreksi"},"content":{"rendered":"<p><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta &#8211; Wakil Ketua MPR RI Muhammad Hidayat Nur Wahid turut menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 116\/PUU-XXI\/2023 terkait dengan ketentuan ambang batas parlemen (<em>parliamentary threshold<\/em>) sebesar 4 persen suara sah nasional yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.<\/p>\n<p>Legislator yang akrab disapa HNW mengatakan bahwa putusan MK tersebut memang bukan menghilangkan sama sekali ambang batas parlemen, tetapi angka ambang batas saat ini perlu diatur ulang dengan kajian ilmiah, argumentasi yang rasional, dan demokratis.<\/p>\n<p>&#8220;Ini juga seharusnya bukan hanya berlaku terhadap\u00a0<em>parliamentary threshold\u00a0<\/em>yang 4 persen itu, tetapi juga mestinya diberlakukan untuk<em>\u00a0presidential threshold<\/em>\u00a0yang berlaku saat ini yakni 20 persen,&#8221; kata HNW dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Minggu.<\/p>\n<p>Menurut HNW, MK perlu berlaku adil sesuai dengan prinsip konstitusi yang berlaku di Indonesia untuk memerintahkan kepada pembentuk undang-undang, yakni DPR dan pemerintah untuk mengoreksi 20 persen\u00a0<em>presidential threshold\u00a0<\/em>sebelum Pemilu 2029, seperti halnya argumentasi MK dalam putusan terkait dengan koreksi 4 persen\u00a0<em>parliamentary threshold<\/em>\u00a0tersebut.<\/p>\n<p>HNW menilai koreksi terhadap\u00a0<em>presidential threshold<\/em>\u00a0diperlukan untuk menyelamatkan kedaulatan rakyat sehingga kualitas demokrasi dan pilpres menjadi lebih baik pada tahun 2029.<\/p>\n<p>&#8220;Seharusnya MK juga memerintahkan pembentuk undang-undang untuk juga melakukan hal serupa ketika menetapkan<em>\u00a0presidential threshold<\/em>\u00a0sehingga mengoreksi\u00a0<em>presidential threshold\u00a0<\/em>20 persen sebelum Pemilu\/Pilpres 2029,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>HNW menjelaskan banyak pihak telah mengajukan permohonan agar<em>\u00a0presidential threshold<\/em>\u00a020 persen untuk dinyatakan inkonstitusional dan seharusnya diturunkan, termasuk permohonan yang sudah diajukan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berdasarkan pada kajian ilmiah dan prinsip demokrasi.<\/p>\n<p>Ketika itu, kata dia, MK memang tidak mengabulkan permohonan yang diajukan oleh PKS terkait\u00a0<em>presidential threshold<\/em>\u00a0di angka antara 7 persen sampai 9 persen, tetapi dalam pertimbangannya MK mengapresiasi PKS yang telah mempergunakan kajian ilmiah yang rasional, proporsional, demokratis, dan implementatif dalam menetapkan hal tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Hal yang juga diingatkan oleh MK saat memutuskan koreksi terhadap\u00a0<em>parliamentary threshold<\/em>\u00a04 persen,&#8221; tuturnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta &#8211; Wakil Ketua MPR RI Muhammad Hidayat Nur Wahid turut menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 116\/PUU-XXI\/2023 terkait dengan ketentuan ambang batas parlemen (parliamentary<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11790,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[34,45,41,33,52],"tags":[],"class_list":["post-11789","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum","category-jakarta","category-nasional","category-politik","category-sorotan"],"views":124,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11789","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11789"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11789\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11791,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11789\/revisions\/11791"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11790"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11789"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11789"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11789"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}