{"id":11523,"date":"2024-02-13T10:14:00","date_gmt":"2024-02-13T10:14:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=11523"},"modified":"2024-02-13T10:14:00","modified_gmt":"2024-02-13T10:14:00","slug":"produksi-padi-di-aceh-turun-2445-persen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=11523","title":{"rendered":"Produksi Padi di Aceh Turun 24,45 Persen"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Banda Aceh-Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Ahmadriswan Nasution menyebutkan produksi padi di Tanah Rencong turun 24,45 persen secara quarter to quarter (q to q). Hal itu sesuai aktivitas produksi fenomena triwulan empat 2023.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cProduksi padi menurun 24,25 persen secara q to q,\u201d kata Ahmadriswan, Senin, 5 Februari 2024.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dia menyampaikan meski produksi padi menurun, namun distribusi tanaman yang masuk dalam sektor pertanian, kelautan, dan perikanan tersebut terbilang tinggi untuk pertumbuhan ekonomi Aceh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Berdasarkan data BPS Aceh, pertumbuhan c to c menurut lapangan usaha triwulan empat untuk sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan adalah 6,72 persen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Lalu distribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) untuk sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan adalah 30,71 persen. Ini menjadi penyumbang tertinggi selama 2023.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sedangkan sumber pertumbuhan ekonomi secara c to c sektor pertanian, kelautan, dan perikanan adalah 1,86 persen. Sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi berasal dari sektor ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selanjutnya, tren sumber pertumbuhan PDRB Aceh mulai 2021-2023 untuk sektor pertanian, kelautan, dan perikanan yakni -0,05 persen (2021), 0,91 (2022), dan 1,86 (2023).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cMemang benar produksi padi itu menurun, tetapi kontribusinya terhadap pembangunan masih tinggi,\u201d ujar Ahmadriswan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kondisi tersebut, dikatakan Kepala BPS Aceh, menjadi bukti bahwa perekonomian di daerah berjulukan Serambi Mekkah ini bergantung kepada hasil dari pertanian, kelautan, dan perikanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cArtinya memang ciri-ciri pembangunan di Aceh masih berbasis pertanian,\u201d kata Ahmadriswan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sementara itu, Asisten Administrasi Umum atau Asisten 3 Sekda Aceh, Iskandar, mengatakan pemerintah siap mengupayakan perbaikan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cPemerintah menyiapkan perbaikan ke depan terkait peningkatan pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian, kehutanan, perikanan, dan pengelolaan industri,\u201d imbuh Iskandar<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Banda Aceh-Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Ahmadriswan Nasution menyebutkan produksi padi di Tanah Rencong turun 24,45 persen secara quarter to quarter (q to q).<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11524,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[71,29,41,48],"tags":[],"class_list":["post-11523","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","category-ekonomi","category-nasional","category-pemerintahan"],"views":359,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11523","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11523"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11523\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11525,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11523\/revisions\/11525"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11524"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11523"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11523"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11523"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}