{"id":11442,"date":"2024-02-07T08:56:43","date_gmt":"2024-02-07T08:56:43","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=11442"},"modified":"2024-02-07T08:56:43","modified_gmt":"2024-02-07T08:56:43","slug":"ratusan-lampion-hiasi-area-masjid-tjia-kang-ho","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=11442","title":{"rendered":"Ratusan Lampion Hiasi Area Masjid Tjia Kang Ho"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Ratusan lampion berwarna khas merah dengan bahan kertas, tergantung menghiasi area Masjid Tjia Kang Ho di Jalan H. Soleh RT 02\/07 Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Lampion yang dipasang dengan cara ditopang menggunakan bambu setinggi sekitar enam hingga tujuh meter, terjejer mulai dari Jalan Tipar Raya dan Jalan H. Soleh, akses menuju masjid yang dibangun dengan model kelenteng ini.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurut Ketua DKM Masjid Tjia Kang Ho, Muhamad Wildan Hakiki, pemasangan lampion ini merupakan tradisi yang biasa dilakukan setiap tahun, jelang Tahun Baru Imlek.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Pemasangan lampion dilakukan sejak sepekan lalu.\u00a0Ini merupakan tradisi yang biasa saya lakukan jelang Imlek,&#8221; kata Wildan, Rabu (7\/2).<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Diungkapkan Wildan, pemasangan lampion ini untuk melestarikan budaya leluhurnya yang merupakan warga keturunan etnis Tionghoa beragama muslim. Tjia Kang Ho, jelas Wildan, adalah nama kakeknya yang setelah memeluk Islam berubah menjadi Abdul Soleh. \u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Pemasangan melibatkan pengurus RT, karang taruna dan warga sekitar. Saat ini sudah terpasang 100 lampion,&#8221; tuturnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Rencananya, masih banyak lagi lampion akan dipasang sampai ke simpang Jalan Raya Lapangan Tembak.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Ini untuk saling toleransi, menjaga warisan budaya kakek nenek kami,&#8221; imbuhnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sementara, Ketua RT 02\/07 Pekayon, Yoyong Suwandi menambahkan, di wilayahnya memang masih banyak etnis Tionghoa dan semua hidup dalam kerukunan.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurutnya, warga merespon positif pemasangan lampion tersebut karena warganya banyak berasal dari etnis Tionghoa \u00a0dan mereka juga banyak mualaf.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Harapannya, masyarakat tetap guyub saling menjaga kerukunan umat beragama,&#8221; tandasnya<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Ratusan lampion berwarna khas merah dengan bahan kertas, tergantung menghiasi area Masjid Tjia Kang Ho di Jalan H. Soleh RT 02\/07 Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo,<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11443,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[45,73,41,110],"tags":[],"class_list":["post-11442","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-jakarta","category-komunikasi","category-nasional","category-parawisata"],"views":364,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11442","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11442"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11442\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11444,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11442\/revisions\/11444"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11443"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11442"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11442"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11442"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}