{"id":10856,"date":"2023-12-28T07:03:54","date_gmt":"2023-12-28T07:03:54","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=10856"},"modified":"2023-12-28T07:03:54","modified_gmt":"2023-12-28T07:03:54","slug":"ini-cara-jaga-kesehatan-mata-anak-dari-screentime","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=10856","title":{"rendered":"Ini Cara Jaga Kesehatan Mata Anak dari Screentime"},"content":{"rendered":"<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Libur panjang merupakan momen yang ditunggu-tunggu anak-anak sekolah. Setelah menjalani rutinitas sekolah yang padat, libur panjang menjadi kesempatan bagi mereka untuk bermain dan melakukan berbagai kegiatan menyenangkan.<\/span><\/div>\n<div>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Bermain yang ditunggu anak-anak salah satunya menggunakan akses gawai pintar (<i>gadget<\/i>). Kondisi ini sayangnya kerap membuat orang tua kebablasan untuk mengingatkan buah hatinya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sementara berlama-lama dengan waktu layar (<i>screentime<\/i>) cenderung membuat tubuh anak-anak menjadi tidak sehat.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dokter Spesialis Mata RSUD Tamansari, Faraby Martha mengatakan, aktivitas\u00a0<i>screentime<\/i>\u00a0merupakan waktu yang dihabiskan untuk menonton televisi, menggunakan komputer atau laptop serta bermain\u00a0<i>gadget<\/i>.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Penggunaan\u00a0<i>screentime<\/i>\u00a0berlebihan akan mempengaruhi kesehatan anak seperti menyebabkan kelelahan pada mata.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Gejala kesehatan mata pada anak saat ini meningkat akibat\u00a0<i>screentime<\/i>\u00a0berlebihan. Tanda-tandanya bisa langsung kita ketahui dengan kebiasaan anak menggosok mata, sering mengedipkan mata, mata kering dan sakit kepala,&#8221; ujar Faraby, Kamis (28\/12).<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menjelaskan,\u00a0<i>screentime<\/i>\u00a0ini dihubungkan dengan jarak. Artinya saat melihat sesuatu dari dekat, otot di dalam mata (otot siliaris) berkontraksi dan mengubah bentuk lensa.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Hal ini membantu manusia melihat dengan jelas (fungsi akomodasi). Setelah berjam-jam berkontraksi, otot tersebut menjadi lelah dan mulai terasa nyeri dengan gejala umum ketegangan mata (<i>eye strain<\/i>).<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Faraby melanjutkan, selain berdampak pada mata,\u00a0<i>screentime<\/i>\u00a0ini juga berpengaruh pada kesehatan fisik, seperti ketidakaktifan fisik dan obesitas, gangguan tidur dan postur tubuh. Termasuk kesehatan mental akibat jarangnya berkomunikasi dan sulit untuk berkonsentrasi.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Di masa liburan ini diingatkan kembali kepada orang tua agar mulai mengontrol\u00a0<i>screentime<\/i>\u00a0dan membatasi\u00a0<i>gadget<\/i>\u00a0pada anak. Terapkan batasan waktu harian penggunaan layar dan ajak anak-anak beraktivitas secara\u00a0<i>offline<\/i>\u00a0atau bermain di luar bersama keluarga,&#8221; serunya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kepala Seksi Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Tamansari, Ngabila Salama menambahkan, aktivitas berlebihan di depan layar dapat berisiko miopia (rabun jauh). Berdasarkan penelitian, jika memiliki banyak aktivitas di depan layar sebaiknya menerapkan 20-20-20 rule.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Artinya, setiap 20 menit menggerakkan mata, kemudian melihat objek yang berjarak 20 kaki (enam meter) selama 20 detik. Upaya untuk meminimalisir risiko penurunan kualitas penglihatan akibat\u00a0<i>screentime<\/i>\u00a0bisa dilakukan dengan beragam cara.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Antara lain memastikan ruangan anak-anak menggunakan layar cukup terang, mengatur tingkat kecerahan (<i>brightness<\/i>) layar yang sesuai dan pastikan jarak pandang anak sesuai (25 inch).<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Penting untuk orang tua mengajak anak membaca dan olahraga serta memberi nutrisi yang baik untuk mata. Misalnya wortel, jeruk, kacang-kacangan, ikan, vitamin A, C, E dan omega-3,&#8221; tandasnya.<\/span><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Libur panjang merupakan momen yang ditunggu-tunggu anak-anak sekolah. Setelah menjalani rutinitas sekolah yang padat, libur panjang menjadi kesempatan bagi mereka untuk bermain dan melakukan berbagai<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10857,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[68,45,37,41,48],"tags":[],"class_list":["post-10856","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline","category-jakarta","category-kesehatan","category-nasional","category-pemerintahan"],"views":104,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10856","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10856"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10856\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10858,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10856\/revisions\/10858"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10857"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10856"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10856"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10856"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}