“Sebagai kota global, Jakarta juga harus memfasilitasi pertumbuhan ekonomi yang merata bagi seluruh pelaku ekonomi dan reformasi birokrasi. Selain itu Jakarta juga perlu menjadi kota yang tangguh dalam menghadapi tantangan, baik bencana alam seperti bencana karena perubahan iklim global, maupun bencana non-alam seperti pandemi yang telah sama-sama kita hadapi hingga saat ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, Gubernur Anies menerangkan bahwa upaya perencanaan pembangunan untuk transformasi Jakarta membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak pemangku kepentingan Jakarta, termasuk Pemerintah Pusat. Beberapa dukungan yang dibutuhkan Jakarta dari Pemerintah Pusat, antara lain:
1) Normalisasi dan peningkatan kapasitas aliran sungai di wilayah sungai (WS) lintas provinsi, WS Ciliwung-Cisadane berupa Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung.
2) Pembangunan dan Peningkatan tanggul laut, breakwater dan bangunan pengamanan pantai lainnya di Kawasan Pesisir Utara.
3) Masterplan hulu-hilir agar pengendalian banjir dapat terintegrasi, efektif, efisien dan berkelanjutan.
4) Pembangunan SPAM Jatiluhur I dan Serpong-Karian lingkup Hilir DKI Jakarta.
5) Pembangunan Jakarta Sewerage System Pengolahan Limbah Jakarta.
6) Pembangunan Rumah Susun Sewa/Milik Sederhana untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) (diantaranya Rusun Yos Sudarso, Rusun Muara Angke, dan Rusun Cipinang Besar Selatan).
7) Pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta North – South Phase 2 (Bundaran HI – Kota – Ancol Barat).
8) Pembangunan Stasiun KRL di Kawasan Jakarta Internasional Stadium (JIS).
“Dukungan dan kolaborasi dengan Pemerintah Pusat tersebut diharapkan menjadi stimulus guna mendorong percepatan transformasi Jakarta sebagaimana yang kita cita-citakan bersama,” paparnya.
Adanya Musrenbang ini diharapkan dapat menghasilkan gagasan-gagasan yang memiliki tingkat kebermanfaatan yang tinggi bagi Jakarta dan warganya di masa yang akan datang.
Edwin Asmara






