PEMANFAATAN RUANG KETIGA PUBLIK, PEMPROV DKI DUKUNG KOMUNITAS DONGENG UNTUK EDUKASI ANAK-ANAK

Sementara itu, Gery Puraatmadja, sebagai seorang penggerak komunitas dan pendongeng anak-anak yang dikenal juga sebagai Paman Gery, menyambut positif ide penggunaan ruang publik bagi komunitas dan warga kota. “Ini sejalan dengan konsep Jakarta 4.0 di mana warga mempunyai kebebasan beraktivitas di ruang publik seperti yang dicetuskan oleh Gubernur Anies Baswedan. Ruang publik akan menjadi tempat pembelajaran yang menyenangkan bagi anak anak”, ujar Gery.

Sebelumnya, kegiatan fasilitasi komunitas juga telah digelar melalui komunitas Eco Enzyme Nusantara yang melakukan sosialisasi pengolahan limbah organik menjadi eco enzyme di Taman Menteng, Jakarta Pusat pada Minggu (23 Januari 2021) lalu.

Ke depan, kegiatan komunitas seperti ini secara rutin akan digelar di ruang-ruang publik lainnya di DKI Jakarta. Hal ini sejalan dengan visi Jakarta 4.0 di mana kolaborasi antara warga dan pemerintah kota menjadi salah satu landasan pembangunan demi kemajuan, kenyamanan, serta perbaikan taraf hidup warga dan kotanya.

*Ruang Ketiga Publik*
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta menghadirkan Ruang Publik yang nyaman bagi warganya untuk beraktivitas maupun berinteraksi merupakan prioritas dan menjadi salah satu ukuran capaian kinerja Pemprov DKI Jakarta.

Menurutnya, penataan kota pun melibatkan seluruh komponen masyarakat melalui kolaborasi, sehingga sesuai dengan konsep City 4.0 (Pemerintah sebagai kolaborator). Termasuk pembangunan taman sebagai ruang terpadu bermain dan belajar untuk anak.

Pemprov DKI Jakarta juga menargetkan penyediaan Taman Maju Bersama sebanyak 86 lokasi, dengan perincian sebanyak 41 lokasi pembangunan dan 45 lokasi penataan (dari taman yang sudah ada). Hingga saat ini terdapat 57 Taman Maju Bersama yang sudah bisa dimanfaatkan warga untuk beraktivitas. Kemudian, 12 Taman Maju Bersama sedang dalam tahap pembangunan.

Edwin Asmara